31 desember 2011,
Orang orang sibuk dengan perayaan mereka masing masing, menyalakan petasan dan kembang api, membuat keributan. Status status di beranda facebook dipenuhi dengan semarak pergantian tahun. Mereka benar benar menikmatinya, tapi tidak aku. Tak ada yang pernah begitu spesial di setiap pergantian tahun dan tak pernah ada yang berubah, kecuali kalender yang terpasang di sudut dinding kamar.
Orang orang sibuk dengan perayaan mereka masing masing, menyalakan petasan dan kembang api, membuat keributan. Status status di beranda facebook dipenuhi dengan semarak pergantian tahun. Mereka benar benar menikmatinya, tapi tidak aku. Tak ada yang pernah begitu spesial di setiap pergantian tahun dan tak pernah ada yang berubah, kecuali kalender yang terpasang di sudut dinding kamar.
1 januari 2012
Semua masih tetap sama, matahari masih tetap terbit dari
timur dan terbenam di barat. Tanah yang kupijak tetap berwarna coklat, dan
langit masih menjadi objek favoritku. Kupu kupu pun masih tetap mengunjungi
dahlia dahlia kami, dan kumbang kumbang membantunya beranak tunas. Tak ada yang
berubah, begitupun aku. Aku masih tetap sama, seperti hari hari kemarin. Teman
temanku, keluarga dan juga kau. Tempat kalian masing masing sudah tertata apik
di hatiku, dan takkan terganti. Teman dan keluarga yang kumiliki dan setia
mendukungku, dan kau yang tak luput membagi tawa. Aku tak ingin ada yang berubah,
walaupun waktu tak pernah mau menunggu, walaupun keabadian hanya dimiliki oleh
perubahan. Aku bahagia dengan semua ini. Dengan semua kesederhanaan dan
ketulusan yang kita miliki. Cukup. Aku bahagia.
Karena cinta telah cukup untuk cinta (Tere – Liye).
Karena cinta telah cukup untuk cinta (Tere – Liye).
No comments:
Post a Comment