Sunday, January 15, 2012

pencuri kecil


Dua batang coklat kutaruh di meja kecilmu
Kuletakkan pelan - pelan, tanpa suara
Mengendap endap aku keluar dari kamarmu
Menutup pintu tua
Mencoba menahan deritnya
Gayaku seperti pencuri saja, pikirku
Agak jauh
Ku tengok ke belakang,
Tersenyum puas
Itu hadiah kecil untukmu,
 untuk kehebatan dan kecerdasanmu
Mungkin harusnya ada yang ketiga,
Untuk kesopananmu
Keempat, untuk kebaikanmu,
Kelima, untuk kemurahan hatimu
Keenam, ketujuh, kesepuluh...
Ah, tak akan penah cukup
Terlalu banyak yang kukagumi darimu
Kulanjuti menapak jalan tanah berlumpur,
Aku terhenyak.
Diantara pagar bambu yang menguning kau bersandar
Tanganmu saling mendekap
Matamu kelam, memandang dengan penuh arti
Kau tesenyum, jenaka
“kau tertangkap”
Dan aku luluh



No comments:

Post a Comment